Segumpal
emosi memecah euforiaku pagi tadi
Yah
. . .
Pagi
tadi
Pagi
yang menyesak batin dan syarafku
Memasung
senyumku, menukik pusat romaku
Sekawanan
api
Menjejal
pepat di lukaku
Luka
menganga
Bernanah
di pagi kusut itu !
Sakit
?
Memang
Terlebih,
sumringah angkuhmu yang mencabik pilu
Wanita
jalang kataku !
Banggalah
kau dengan predikat itu . . .
Pagi
tadi . . .
Tidakkah
kau mendengus semerbak bau
Bau
dosamu yang hanya kau anggap kelakar di ujung kuku
Duh
. . .
Kasian
sekali dirimu
Dan
karirmu,
Sukses
mengukir nestapa di pagiku
Pagi
Abu-abu . . .
