Dari Helai Rambutmu



 . . . untuk Bunda

Begitulah kepalamu bermekaran, tumbuh berbunga dengan tujuh warna
Yang melintasi beribu benua; peta bagi peziarah yang lupa arah

Kenapa harus rumah-rumah ? bisikku

Dari helai rambutmu yang berguguran
Aku temukan sejarah panjang yang lembab pada jarum jam
Pada almanak yang mengantarku pada pertikaian panjang, moncong senapan juga hutanhutan yang terbakar
Dimakan deru traktor hingga mitos rumah kaca berubah koma

Dan di kepalamu aku temukan senja
Menyusun angka kelahiran sekaligus kematian

Bunda, adakah yang salah dengan waktu ?

Sedang kisahkisah teramat susah untuk diurai kembali
Lantaran tanah telah basah oleh genangan darah

Kini, dari helai rambutmu
Aku eja waktu dan seluruh rindu yang menggenang di hatimu
Seperti menolong kupu yang beterbangan mengajakku berlayar
Ke hutan kenangan

Ya, aku berputar-putar belajar memintal risau
Agar kelak waktu tak sekelam rindu
Hingga warna tak hanya hitam yang mengelam

Bunda, tiba-tiba senja berguguran dari helai-helai rambutmu
Sore itu . . .